We Are Youth We Are Strong We Are Unity, Bersama Melalui Satu Mimpi

Skalacomm
20 September 2018

Muhammad Yamin (1928) : “Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie” (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini).

  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  • Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Today We Are Celebrating with the aim of an independent Indonesia with one motherland, one nation and one language.

Inspirasi Pemuda : We Are Young

Malala, seorang gadis kecil yang ditembak oleh Taliban. Gadis istimewa karena mimpinya. Memiliki mimpi besar untuk anak perempuan dan setiap anak untuk mendapatkan hak untuk pergi ke sekolah. Dia tidak pernah khawatir dan berani berbicara tentang mimpinya dan keinginannya bahkan ketika Taliban menyerbu bus sekolahnya pada 9 Oktober 2012 dan menembaknya di kepala untuk membungkam kampanyenya. Tapi sekarang, dunia berbicara tentang dia dan peduli tentang mimpinya. Dunia telah menyadari bahwa pendidikan adalah di bagian atas daftar untuk membuat dunia yang lebih baik. Orang-orang datang bersama-sama; satu per satu, dari hari ke hari untuk memberikan dukungan dan sumbangan untuk membantu setiap anak, terutama untuk pendidikan anak-anak mereka. (http://www.malalafund.org/)

We Are Strong

Sejarah "Sumpah Pemuda" dan kisah "Malala" jelas menunjukkan dan menjelaskan bahwa kita benar-benar kuat. Kami hanya perlu keberanian sedikit untuk berbagi dan berbicara tentang mimpi yang luar biasa kami, ide-ide dan keinginan untuk membuat dunia yang lebih baik. Kita hanya perlu mengatur "bagaimana ia akan bekerja" dengan cara yang baik dan bertanggung jawab penuh. Kabar baiknya adalah, kita hidup di era digital, yang membuatnya lebih mudah untuk berbagi dan menyebarkan dunia tentang keinginan baik kita. Jika tahun 1920-an pemuda dari Indonesia mampu menyatukan begitu banyak budaya dan kepercayaan di Indonesia dan seorang gadis kecil seperti Malala mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pendidikan anak-anak, dapat Anda bayangkan "Apa yang akan kita buat jika kita bekerja bersama-sama dalam nama perdamaian dan tanggung jawab untuk membuat dunia yang lebih baik? "

We Are Unity

Sumpah pemuda erat kaitannya dengan solidaritas para generasi muda di Indonesia. Solidaritas ini tercermin pada kebersamaan meraih satu mimpi yang diwujudkan dalam bentuk kreativitas. Jika berbicara mengenai kreativitas generasi muda di Indonesia, kreativitas anak muda Bandung sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Banyak produk berupa sandang, pangan, maupun ide yang unik dan menjadi menjadi buah bibir terlahir di Kota Kembang ini. Untuk mewujudkan Bandung menjadi kota kreatif, maka dibentuklah Bandung Creative City Forum (BCCF) atau Perkumpulan Komunitas Kreatif Kota Bandung.  Forum dan organisasi lintas komunitas kreatif ini didirikan oleh berbagai komunitas kreatif di kota Bandung pada tanggal 21 Desember 2008. BCCF menjelma menjadi sebuah organisasi yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan komunitas kreatif di kota Bandung khususnya. Dalam setiap aktivitasnya, BCCF menggunakan pendekatan pendidikan berbasis kreativitas, perencanaan dan perbaikan infrastruktur kota sebagai sarana pendukung pengembangan ekonomi kreatif dan menciptakan wirausaha-wirausaha kreatif baik perorangan atau komunitas. Pada akhirnya forum ini turut serta menginisiasi pengembangan strategi branding dan membangun network yang seluas-luasnya.

Sumpah pemuda kaitannya dengan nasionalisme. Unity terlihat jelas pada saat pendukung  Timnas dalam suatu pertandingan berskala Internasional, contohnya Sepak Bola. Baru-baru ini Timnas Homeless World Cup Indonesia menjuarai Amsterdam Cup 2015 setelah berhasil mengalahkan Norwegia pada putaran final. Homeless World Cup (HWC) sendiri merupakan ajang sepakbola tahunan yang para pemainnya merupakan ODHA, mantan pecandu narkoba, dan warga miskin kota. Lewat HWC, mereka berkesempatan sekali seumur hidupnya untuk jadi bagian Timnas Indonesia. Tapi bukan semata-mata prestasi yang jadi tujuan akhir dari gelaran HWC. Yang terpenting adalah perubahan kehidupan dan kepribadian para pemainnya. Mereka diharapkan jadi pribadi yang lebih kuat, baik setelah berjuang mengharumkan bangsa di kancah internasional. Lebih dari itu, mereka pun bisa membuktikan dirinya bahwa orang-orang yang selama ini minoritas bisa menuai prestasi dan berkontribusi untuk negaranya.