Pesan Komunikasi Dari Sebuah Peringatan Hari Listrik Nasional

Skalacomm
20 September 2018

Apa itu Hari Listrik Nasional?

Peringatan Hari Listrik Nasional tidak seperti hari-hari peringatan lainnya. Tidak banyak yang memahami, bahkan hanya segelintir yang mengetahui adanya peringatan Hari Listrik Nasional. Penuh dengan kesadaran bahwa dibalik peringatan ini terdapat pesan besar yang menentukan keharmonisan pertumbuhan Bangsa.

Hari Listrik Nasional merupakan kegiatan nasional yang disahkan oleh Menteri Pertambangan Dan Energi Indonesia pada tanggal 31 Agustus 1992. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan “Pintar dalam menggunakan energy listrik”.

Sejarah Listrik di Indonesia:

Ketika Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda

Sejarah listrik Indonesia dimulai ketika Belanda menguasai Indonesia pada akhir abad ke-19, Perusahaan Belanda seperti pabrik gula dan teh membuat pembangkit tenaga listrik sendiri untuk memasok kebutuhan listrik mereka. Barulah kemudian perusahaan swasta Belanda N.V. Nign yang awalnya bergerak di bidang gas, memperluas bidang usahanya berupa penyediaan listrik untuk masyarakat umum.

Pada tahun 1927 pemerintah Belanda membentuk s’Lands Waterkracht Bedriven (LWB), yaitu perusahaan listrik negara yang mengelola beberapa PLTA di seluruh Indonesia, diantaranya; PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA Tes di Bengkulu, PLTA Tonsea lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta. Selain itu di beberapa Kotapraja dibentuk perusahaan-perusahaan listrik Kotapraja.

Ketika Indonesia berada di bawah kekuasaan Jepang

Dengan menyerahnya pemerintah Belanda kepada Jepang dalam perang dunia 11, maka Indonesia dikuasai Jepang. Perusahaan listrik dan gas yang ada di Indonesia diambil alih oleh Jepang. Dengan jatuhnya Jepang ke tangan sekutu, dan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh pemuda dan buruh listrik dan gas untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang dikuasai Jepang.

Setelah berhasil merebut perusahaan listrik dan gas dari tangan kekuasaan Jepang, pada bulan September 1945 delegasi buruh/pegawai listrik dan gas bersama-sama dengan pimpinan KNI Pusat (M. Kasman Singodimedjo) menghadap Presiden Soekarno, untuk menyerahkan perusahaan – perusahaan listrik dan gas kepada pemerintah Republik Indonesia. Penyerahan tersebut diterima oleh Presiden Soekarno, dan kemudian pada tanggal 27 Oktober 1945 dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas.

Ketika Indonesia berhasil merebut perusahaan listrik dan gas dari tangan Jepang

Pada awalnya, tanggal 27 Oktober 1945 dikenal sebagai Hari Listrik dan Gas karena bertepatan dengan dibentuknya Jawatan Listrik dan Gas yang berada di bawah Depatemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. Peringatan tersebut diperingati pertamakali pada tanggal 27 Oktober 1946 di Gedung Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) Yogyakarta.

Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1134.k./43.PE/1992 tanggal 31 Agustus 1992 ditetapkanlah tanggal 27 Oktober Sebagai Hari Listrik Nasional.

What should we do?

Selain mengenai pentingnya listrik, memahami sejarah pasang surutnya ketersediaan Daya listrik di Indonesia dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran penggunaan listrik. Listrik yang kita nikmati dan manfaatkan saat ini merupakan hasil perjuangan Bangsa. Listrik yang telah diperjuangkan nenek moyang kita harus dapat dinikmati oleh anak-cucu kita.

Seluruh permasalahan yang berkepanjangan saat kita membicarakan listrik merupakan bentuk dari masalah komunikasi yang mendasar antara seluruh pemangku kepentingan penggunaan listrik. Minim komunikasi, terbatasnya informasi sehingga berakhir dengan tidak adanya rasa percaya antara pengelolan dan pengguna. Edukasi mengenai perilaku yang tidak efisien dalam menggunakan listrik, seperti mencabut charger handphone, laptop, elektronik dalam keadaan stand by yang ternyata menyerap energi cukup banyak masih perlu ditingkatkan. Kerangka bentuk komunikasi akan keadaan dan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan (Pengelola, Pemerintah dan Masyarakat) kaitannya dengan ketersediaan daya listrik dan kebutuhan penggunaan listrik perlu di desain secara baik agar semua pesan dan informasi tersampaikan dengan baik.

Which one is going first:

Behavioral improvements electricity usage or Stakeholder communication improvement?

However, this nation needs Government and Society to grow in harmony in order to achieve a better life.

#harilistriknasional #growinginharmony

Referensi:

http://haripedia.com/2014/10/27/hari-listrik-nasional/